Bendungan Barugbug Situdam, Kembali Menghitam dan Berbau
Laporan : Yana Mulyana.
Karawang, kutipan-news.co.id – Sejumlah aparat desa serta para petani kembali ditakutkan dengan adanya limbah yang mengalir ke Bendungan Barugbug di Kecamatan Jatisari.
Entah dari mana limbah tersebut berasal namun kondisi air yang tiba-tiba berbusa serta mengeluarkan bau yang tidak sedap mengganggu kehidupan masyarakat setempat.
Seperti yang disampaikan salah satu petani, Emuh (38) warga kampung Kaliwaru Desa Situdam mengatakan bahwa berubahnya warna air menjadi hitam pekat dan berbau tersebut masih tetap digunakan oleh para petani untuk mengairi areal sawahnya. Karena menurutnya tidak ada lagi aliran sumber mata air selain dari bendungan tersebut.
” Air nya jadi hitam, bau lagi udah 3 hari kemarin,” ucapnya.
Sampai saat ini bagi dia memang belum ada perubahan yang terjadi padi setiap tanaman padi yang ditanam di pesawahan. Namun jika terus dibiarkan begitu saja ditakutkan itu akan berdampak buruk pada hasil tanaman.
” Dulu juga pernah kaya gini, udah lama sih sekarang muncul lagi,” akunya.
Dia juga menjelaskan bahwa air Bendungan Barugbug Jatisari mengalir ke beberapa sungai. Diantaranya ke wilayah Desa Cirejag, Situdam. Balonggandu, Barugbug, Kalijati dan desa lainnya di Kecamatan Jatisari Karawang. Bukan hanya itu bahkan kata dia sumber air bendungan Barugbug tersebut sering di gunakan para petani di Kecamatan Jatisari untuk mengairi areal pertanian.
” Semua petani pake air disini semua,” ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut para kepala desa di kecamatan Jatisari sebelumnya sudah menggelar pertemuan di Desa Situdam guna membahas munculnya kembali limbah ke beberapa hulu sungai ke setiap desa di Kecamatan Jatisari.
” Jumat kemarin para kepala desa juga menggelar pertemuan membahas munculnya kembali limbah di Bendungan Situdam,” ucapnya
Hal serupa juga disampaikan Kepala Desa Situdam,Iwan Kurniawan bahwa kembalinya aliran air Bendungan Barugbug dapat membahayakan kesehatan lingkungan warga sekitar.
” Berbahaya bagi kesehatan lingkungan warga sekitar karena bukan hanya warga terdekat dari Bendungan Barugbug yakni warga Situdam dan Barugbug saja tapi desa lain seperti Desa Balonggandu dan Cirejag juga kena, ” katanya
Di tempat yang berbeda Kepala Desa Balonggandu, Suhana mengatakan adanya dugaan pencemaran air Bendungan Barugbug kebeberapa sungai disetia desa termasuk sungai Ciherang Cilamaya ke Desa Balonggandu perlu diselidiki.
” Harus ditelusuri sampai tuntas supaya diketahui dari pabrik mana saja yang berani buang limbah ke Bendungan Barugbug,” pesannya.
Sementara itu, Anto Heryanto ketua Forum Komunikasi Pemuda Jatisari (FKPJ) menyampaikan bahwa tercemarnya kembali aliran Bendungan Barugbug perlu di usut tuntas. Sebab, air Bendungan Barugbug itu digunakan para petani di Kecamatan Jatisari untuk mengairi areal pesawahan teknis.
” Ini cukup membahayakan kesehatan lingkungan jika perlu di usut perusahaan mana saja yang membuang limbahnya sampai mengalir ke Bendungan Barugbug Kecamatan Jatisari,” pungkasnya.
