Disdikpora Kabupaten Cianjur Kunjungi SDN Sukagalih Yang Nyaris Ambruk Termakan Usia
Cianjur, Kutipan-news.co.id- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur sudah melakukan survei dan kunjungan ke SDN Sukagalih, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur.
Tiga ruangan di SDN Sukagalih nyaris ambruk dimakan usia sehingga membuat para murid harus belajar di mushala.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikpora Cianjur, Aripin, mengatakan SDN Sukagalih sudah diusulkan masuk usulan untuk perbaikan di tahun anggaran 2023.
“Sudah disurvei sama Pak Kasi, nanti masuk anggaran perbaikan, untuk biaya nanti konsultan yang menghitung,” kata Aripin, Kamis (18/8/2022).
Ia mengaku prihatin pada kondisi sekolah di Kabupaten Cianjur yang masih dalam tidak sesuai dan tidak layak digunakan untuk belajar.
“Kami sangat prihatin karena kondisi tersebut akan mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa di lapangan, bagi kami tentunya merupakan pekerjaan yang harus dipikirkan dan berusaha agar sekolah mendapatkan perbaikan,” katanya.
Ia menyebutkan, ada 170 sekolah di Kabupaten Cianjur dalam kondisi rusak berat dan harus segera mendapatkan perbaikan.
“Kami coba usulkan semua ke Pusat, harapan kami bisa diakomodasi semua semoga anggaran dari pusat bisa memenuhi,” ujar Aripin.
Aripin mengatakan, dari sekitar 1.200 sekolah dasar di Kabupaten Cianjur, sekitar 15 persen sekolah mengalami rusak berat meskipun pengajuannya sudah diusulkan ke pemerintah pusat.
“Hampir merata, yang rusak tidak hanya beberapa wilayah sehingga kami sisir sekolah yang harus mendapatkan perbaikan agar kegiatan belajar mengajar bisa dilaksanakan dengan baik,” katanya.
Ia mengatakan, pengajuan perbaikan sekolah ada beberapa kriteria, di antaranya sekolah yang rusak karena lapuk dimakan usia, sekolah yang rusak karena bencana bahkan.
“Ada juga yang muridnya banyak tapi ruang kelas sedikit dan kami juga usulkan itu untuk bisa membangun ruang kelas baru (RKB), kalau untuk rusak ringan kan bisa dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” katanya.
Disdikpora terus berupaya untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) khususnya di bidang pendidikan, ada beberapa strategi yang dilaksanakan, di antaranya menyisir warga yang memang putus sekolah.
“Upaya kami sangat banyak menjadi skala prioritas salah satunya kami mulai dari SD dipantau untuk tetap melanjutkan ke SMP terutama yang masuk pondok pesantren kita ikuti juga kalau tidak masuk ke formal kita anjurkan ke PKBM.”
“Bersama-sama kami menyisir ke lapangan melalui PKBM untuk mendata warga yang drop out (DO) baik SD, SMP maupun SMA, untuk mengejar rata-rata lama sekolah. Kami sedang berupaya yang usia 25 ke atas bisa bersekolah menuntaskan pendidikan, karena pengaruh terhadap IPM,” katanya.(red)
