Penasehat Kelompok UKM Lancar Jaya Desa Cijantung, Regi Prasetya : Bukan Sebagai Limbah, FABA Makin Bernilai Ekonomis Bagi Masyarakat kecil

0
IMG-20260228-WA0003

Purwakarta, Kutipan-news.co.id – Siapa bilang limbah tidak bisa bermanfaat. Memang sudah banyak contoh pemanfaatan limbah menjadi barang berguna. Tapi untuk yang satu ini pemanfaatan limbahnya bukan “kaleng-kaleng”, karena bisa bermanfaat juga untuk penghasilan bagi kehidupan masyarakat kecil. Diantaranya untuk bahan bangunan, seperti batako, dan lain-lain.

Penasehat Kelompok UKM Lancar Jaya Desa Cijantung, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Regi Prasetya, menerangkan, limbah FABA khususnya Bottom Ash (abu batu bara) sejak tahun 2021 sudah menjelma menjadi produk olahan limbah dari industri yang menggunakan teknologi Pulverized Coal (PC) menghasilkan Fly Ash (80%) dan Bottom Ash (20%) yang berkualitas baik untuk bahan campuran bangunan.

Beberapa pemanfaatan FABA diantaranya menjadi substitusi bahan baku untuk beton, seperti paving, batako, tetrapod, dan produk beton pracetak lainnya.

Selain itu, FABA juga telah digunakan sebagai bahan campuran pupuk kompos, bahan timbunan tanah dan material Non Acid Forming (NAF) sebagai stabilisator keasaman tanah.

Regi menegaskan, baru-baru ini FABA telah menunjukkan kapasitasnya untuk jadi produk yang bisa diandalkan untuk konstruksi bangunan menggunakan bahan yang terbuat dari FABA yaitu Bottom Ash (abu batu bara).

“Contoh nyata pemanfaatan FABA lainnya adalah mampu memenuhi kebutuhan material beton untuk proyek tol Jogja-Solo dan Bawen-Jogja. Ini semakin membuktikan bahwa FABA cocok untuk memenuhi kebutuhan material konstruksi skala besar, seperti jalan tol,” ungkap Regi Prasetya kepada reporter Media Kutipan News, ketika ditemui di Sekretariat Kelompok UKM Lancar Jaya yang beralamat di Kampung Parapatan Rt.005/Rw.002 Desa Cijantung Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta, Sabtu (28/2/2026).

Regi menambahkan, untuk perizinan sendiri pihaknya hanya sebagai pemanfaat bukan pengelolaan apalagi sebagai penghasil limbah abu batu bara. “Terkait perijinan kami sudah mengantongi NIB, SPPL, dan ijin lingkungan. Kemudian ada MoU sesama UKM pemanfaat limbah FABA khususnya Bottom Ash (abu batu bara). Ada juga SK pengesahan Pengurus Kelompok UKM Lancar Jaya dari Kepala Desa Cijantung serta Berita Acara Hasil Pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta,” ujarnya.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua Kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) Lancar Jaya Desa Cijantung Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta, Pudin Saripudin, mengungkapkan, sebagai akibat dari banyaknya tambang-tambang di Purwakarta yang ditutup oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, anggota UKM Lancar Jaya berusaha mencari solusi lain untuk bahan material pembuatan batako dan lain-lain. “Agar usaha para anggota tetap berjalan, maka kami akhirnya memanfaatkan limbah FABA khususnya Bottom Ash (abu batu bara) sebagai bahan material untuk membuat batako dan lain-lain,” ujarnya.

Pudin mengakui, dengan adanya limbah abu batu bara, usaha para anggotanya bisa berjalan kembali. Sehingga hasilnya sangat membantu untuk mencukupi kebutuhan ekonomi masing-masing anggota UKM Lancar Jaya.

“Alhamdulillah selama satu tahun kami memanfaatkan limbah abu batu bara kondisinya baik-baik saja dan sangat berdampak positif untuk lingkungan karena bisa membuka lapangan pekerjaan. Dan tidak ada dampak dari pemanfaatan limbah Bottom Ash tersebut.

Buktinya lebih dari 20 anggota kami yang memanfaatkan limbah Bottom Ash, sehat-sehat saja. Mereka semua baik-baik saja kondisnya. Jadi menurut saya adanya limbah abu batu bara tersebut tidak berbahaya. Malah banyak sekali manfaatnya,” tukas Pudin mengakhiri.

Salah seorang anggota Kelompok UKM Lancar Jaya, Ujang Rosidin, menambahkan, kalau tidak ada limbah abu batu bara justru akan sangat berdampak terhadap kehidupan sehari-hari anggota UKM Lancar Jaya. “Kita tidak ada pekerjaan dan menganggur.

Sedangkan jaman sekarang sulit mencari kerja. Apalagi kami masyarakat kecil,” tegasnya. (Nana Cakra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!