PKDP 2025 Resmi Dimulai Kemenag Tingkatkan Kompetensi Dosen Muda PTK di Seluruh Indonesia

0
1753241451

JAKARTA | KUTIPAN-NES.CO.ID | Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, resmi menggelar Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) 2025 secara serentak di sejumlah wilayah Indonesia pada Senin, 21 Juli 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK), baik negeri maupun swasta.

Sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya dosen di lingkungan PTK, Kementerian Agama meluncurkan Program PKDP 2025 di berbagai lokasi kampus di Indonesia secara bersamaan.

Sejumlah pejabat tinggi Kementerian Agama turut hadir dan membuka kegiatan ini di beberapa kampus. Dirjen Pendidikan Islam Prof. Suyitno membuka kegiatan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Di UIN KH Achmad Siddiq Jember, pembukaan dilakukan oleh Direktur Diktis Prof. Sahiron. Sementara itu, Dirjen Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung, hadir di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di Medan, kegiatan dibuka oleh Sekretaris Ditjen Pendis Prof. Arskal Salim, sedangkan Kasubdit Ketenagaan M. Aziz Hakim membuka pelatihan di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Sejumlah pejabat lainnya juga hadir di titik-titik lokasi lainnya.

Prof. Suyitno menjelaskan bahwa PKDP tahun ini diikuti oleh 5.434 dosen dari berbagai PTK di seluruh Indonesia. Program ini merupakan bagian dari agenda strategis pemerintah untuk mewujudkan Asta Cita, yaitu delapan tujuan utama pembangunan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menambahkan, Asta Cita menjadi arah baru dalam pembangunan yang menitikberatkan pada penguatan ideologi, ketahanan nasional, kemandirian ekonomi, serta pemerataan pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia secara inklusif.

Menteri Agama dalam kesempatan terpisah menegaskan bahwa Asta Cita bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi juga merupakan panduan moral dan arah kebijakan yang menjawab kebutuhan rakyat serta tantangan zaman. Keberhasilan implementasi Asta Cita, menurutnya, memerlukan kerja sama lintas sektor, termasuk peran aktif masyarakat sipil, perguruan tinggi, dan dunia usaha.

“Kolaborasi lintas sektor akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan delapan misi pembangunan yang adil dan berkelanjutan,” ujar Menag.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Sahiron, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan PKDP tahun ini tersebar di 20 perguruan tinggi penyelenggara, antara lain UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan sejumlah UIN lainnya dari Aceh hingga Mataram.

Ia juga menjelaskan bahwa pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dan mencakup sejumlah materi penting seperti peningkatan kompetensi pedagogik, pengembangan karier akademik, penulisan karya ilmiah, serta penguatan moderasi beragama. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!