Pengumuman Lelang Tender Proyek Pedestrian Jalan Dago Disoal

0

SUKABUMI, kutipan-news.co.id – Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, dihadapi masa sanggah banding terkait tender paket pekerjaan penataan pedestrian Tahap I jalan Dago Kota Sukabumi.

Tender proyek pedestrian dengan  pagu anggaran Rp3 Miliar ini, menjadi senilai Rp1, 732 Miliar. Hal ini, setelah mengalami penyesuaian mengingat waktu pelaksanaan yang mepet di Akhir tahun sesuai Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

“Benar Kami telah menerima surat sanggah banding dari CV Indra Buana. senin 09 Oktober 2019 kemarin,” Jelas Sekretaris Dinas Perhubungan, Novian Restandi, di ruang kerjanya, Kamis (10/10/19).

Menurut Novian, pengaju banding akan mendapat hak jawabnya teritung 14 hari sejak diterima surat sanggah banding.

“Ajuan sanggah banding,  akan di jawab Kadishub selaku Pengguna Anggaran terakhir tanggal 24 oktober ini, ” paparnya.

Menanggapi hal itu,  pihak Dishub langsung melakukan upaya konsultasi ke berbagai pihak seperti TP4D, Inspektorat, Pokja bahkan sampai ke Kementerian PUPR.

“Agar jawaban yang diterima, lebih konfrehensif dan berdasar tidak hanya subjektif juga objektif berdasarkan aturan yang ada,” tandas dia.

Bahkan,  langkah dishub sudah sampai kementerian PUPR.  Melihat SDM disana terbatas, pihaknya tidak hanya lisan namun membuat surat tertulis.

“Mudah – mudahan upaya ini,  bisa memberikan jawaban yang memuaskan semua pihak, “ucapnya.

Lebih jauh dikatakannya,  berawal dari telatnya pelaksanaan proses tender yang dilaksanakan pada akhir tahun.

“Sebelumnya paket turun pada bulan Juli, karena harus menempuh beberapa proses lelang tender baru bisa dilakukan pada bulan September,”terangnya.

Meski demikian,  kami tetap melaksanakan proses tender dari rencana sampai RAB dan DED disesuaikan. Hingga akhirnya, pemenang tender diumumkan pihak Pokja dan PPK.

“Karena ketidakpuasan, salah satu perusahaan melayangkan surat sanggah dan sekarang sudah kepada sanggah banding,” ulasnya.

Dalam sanggahanya, mereka mempertanyakan klasifikasi SBU yakni sekaitan penentuan bidang usaha yang ditetapkan pokja dan PPK kenapa proyek pedestrian tersebut memakai bangunan gedung/arsitektur bukan bangunan sipil.

“Sanggah banding,  yang diajukan mempertanyakan aturan pedestrian seharusnya menggunakan bangunan sipil bukan gedung/ arsitektur,” Imbuhnya.

Meski belum dinyatakan gagal, lelang paket pedestrian jalan Dago tersebut. Namun dikhawatirkan waktu sudah mepet. Dan Tender ulang tidak bisa dilakukan lagi.

“Tender ulang tidak bisa dilakukan, karena prosesnya sangat panjang. Terlebih, waktu keburu habis dan imbasnya anggaran tidak terserap.

Lebih jelas dikatakan Novian,  kalau sangah banding di terima kemungkinan dilakukan tender ulang. Namun karena ini akhir tahun, waktu tidak memungkinkan. ” Kecuali jika sanggah ditolak, pemenang tender jadi mengerjakan paket tersebut, “kata dia.

Konsekwensinya, jika anggaran tidak terserap  berimbas pada harapan Wali Kota yang ingin merubah wajah Kota Sukabumi tentu saja akan terhambat.

Parahnya,  tidak hanya berpengaruh terhadap pembangunan tahun ini. Keinginan melanjutkan tahap II juga tidak akan terwujud. Kalau tahun depan Kalaupun ada, sumber dananya juga akan berbeda bukan dari provinsi lagi.

“Apalagi pedestrian yang akan dibangun mempunyai konsep berbeda. akan memberi kenyamanan pejalan kaki di jalan dago nantinya, ” Pungkasnya.

Laporan : Riew

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *