KPAI Apresiasi Kapolri Tingkatkan Kesejahteraan Disabilitas di Kesatuannya

0
Jakarta, kutipan-news.co.id – 11 anggota Brimob yang mengalami trauma dari berbagai sebab kejadian sehingga menjadi Disabilitas, diberikan kesempatan Kapolri menaikkan karirnya melalui Sekolah Inspektur Polisi.
Menurut Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra menyatakan dalam catatan KPAI kecelakaan kerja, sakit berat, kondisi keterbatasan fisik yang permanen, bencana alam, bencana sosial menjadi penyebab cepatnya bertambah angka kemiskinan di Indonesia. Termasuk perceraian dan terpisahnya anak.
“Hal itu, akan berdampak kepada berkurangnya daya tahan hidup keluarga yang akan berdampak pula pada menurunnya tingkat perekonomian, sehingga mengakibatkan rentan terjadinya konflik,”ungkap Jasra.
Dikatakan Jasra, untuk itu anggota Polri yang mendapatkan kesempatan karir lebih baik dengan sekolah di inspektur polisi sangat didukung dan diapresiasi KPAI. Karena, akan berdampak pada anak anak dan ketahanan keluarganya.
“Langkah Kapolri menjadi bagian penting dari upaya RPJMN di 2020-2024 yang fokus salah satunya pada lingkungan dan isu strategis, serta memasukkan pentingnya ketahanan dan kualitas keluarga untuk ditingkatkan. Terutama dalam hal ini keluarga keluarga disabilitas di Indonesia,”ulas Jasra.
Bagi Jasra, ini mematahkan pandangan orang kepada disabilitas yang berkeluarga. Bahwa mereka punya cara bekerja, hanya sangat membutuhkan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung.
“Saya ucapkan selamat kepada 11 anggota Brimob, anak anak dan keluarganya yang diberi kesempatan Kapolri ini,”kata Jasra.
Dipaparkan Jasra, Apa yang dilakukan Kapolri diharapkan KPAI menjadi inspirasi pembahasan DPR tentang RUU Ketahanan Keluarga, khususnya bagi keluarga penyandang disabilitas, agar dimampukan Negara dalam mengurus keluarganya ke depan.
“Teman teman disabilitas saya, sering konsultasi ketika ingin berkeluarga, banyak hal yang menjadi perhatian dan menyebabkan mereka mengurungkan dirinya untuk menikah, padahal itu suatu kebutuhan.
Sebagai layaknya manusia tentunya mereka juga sama memiliki kebutuhan khusus, selain itu, bila dari pernikahannya, pastinya mereka akan memiliki buah hati dan mendapatkan hak keturunan nantinya.
Negara harus hadir sebagai komitmen memberikan layanan khusus bagi mereka dengan prinsip perlindungan, pemenuhan dan penghormatan atas hak hak mereka yang sama, maka dari saya ucapkan, ‘Salam Senyum Anak Indonesia,”tandasnya (Joe/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *