Skema Baru Sistem Bagi Hasil PT Sang Hyang Seri, 60% Untuk Petani

0
Skema Baru Sistem Bagi Hasil PT Sang Hyang Seri, 60% Untuk Petani

Foto Istimewa Dok / ''3200 Hektar yang digunakan areal persawahan sisanya di gunakan untuk infrastruktur'' / Kutipan-News.co.id

Subang, Kutipan-news.co.id-Sekda Subang, H. Asep Nuroni, M.Si menerima beberapa perwakilan PT. Sang Hyang Seri untuk berdiskusi terkait koordinasi skema pertanian antara Para Petani daerah dengan PT. Sang Hyang Seri di Ruang Rapat Segitiga, Selasa (4/5/2021).

Diketahui, PT. Sang Hyang Seri merupakan salah satu BUMN yang berada di Kabupaten Subang yang berdiri sejak 50 tahun yang lalu.

General Manager PT. Sang Hyang Seri, Hidayat Nurdin memaparkan maksud dari kedatangan ini untuk mendiskusikan dan mengklarifikasi tentang aspirasi para petani sebelumnya dan beberapa skema tentang pertanian dimulai dari sistem pengelolaan produktivitas hingga win-win solution untuk para petani.

PT. Sang Hyang Seri menjalankan budidaya program agar masyarakat tani sejahtera dan menata teknis yang diterapkan dengan masyarakat tani desa penyangga areal produksi seluas 3200 Ha yang meliputi desa-desa yang berada di 3 Kecamatan yakni Kecamatan Ciasem, Kecamatan Patokbeusi, dan Kecamatan Blanakan.

Dengan skema yang baru yaitu sistem bagi hasil antara petani dan PT. Sang Hyang Seri dari yang sebelumnya skema sistem Sewa diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan dan para petani. Skema yang baru yakni sistem bagi hasil 40% untuk PT. Sang Hyang Seri dan 60% untuk para petani dari hasil panen, dinilai lebih menguntungkan petani.

Dari 3900 Hektar yang digunakan oleh PT. Sang Hyang Seri yang tercantum dalam 2 sertifikat HGU di 2 kecamatan yaitu Kecamatan Patokbeusi dan kecamatan Ciasem, hanya 3200 Hektar yang digunakan areal persawahan sisanya di gunakan untuk infrastruktur.

“Tidak bijak apabila kita hanya mendengar hanya dari satu pihak, dari yang saya tangkap dari jajaran direksi PT. Sang Hyang Seri seharusnya berperan untuk saling menguntungkan antara pihak perusahaan dan para petani dengan sistem skema bagi hasil ini, ini hanya permasalahan kurang pahamnya komunikasi yang seharusnya bisa diperbaiki lagi, mudah-mudah bisa menemukan titik temu solusinya,” tutur Kang Asep, Sekda Subang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!