Protes Jalan Rusak, Warga dan Sopir Angkot Demo di Sukabumi
Sukabumi, kutipan-news.co.id – Sopir angkutan kota (angkot) jurusan atau trayek Lembursitu-Cikembang menggelar mogok massal, Senin (12/12/2022).
Mereka memprotes jalan jalan nasional Pelabuhan II yang tak kunjung diperbaiki.
Ratusan sopir angkot menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Pelabuhan II, tepat jalan Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.
Penyebab kerusakan jalan diduga karena banyaknya kendaraan perusahaan yang melebihi tonase yang melintas di Jalan Pelabuhan II.
Koordinator aksi, Nendar Supriyatna, mengatakan, unjuk rasa ini dilakukan hasil diskusi para sopir angkot jurusan Lembursitu-Cikembang, bahwa keberadaan pabrik semen menjadi satu di antara penyumbang jalan rusak.
“Jadi dari sisi beban tonase dan sebagainya, perusahaan ini yang menyumbang kerusakan di jalur ini. Sehingga kita meminta bertanggung jawab selain kepada pemerintah. Karena memang jalan ini bukan milik korporasi atau perusahaan. Kita juga masyarakat secara umum punya hak yang sama untuk menggunakan akses jalan ini,” kata Nendar.
Bahkan dampak rusaknya Jalan Pelabuhan II tesebut menimbulkan korban penumpang sepeda motor terjatuh hingga meninggal dunia terlindas truk di Kampung Kertaraharja RT 02/02 Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Rabu (30/11/2022).
“Ditambah lagi kemarin ada satu korban meninggal dunia itu anak kecil di jalur ini. Kemudia korban pun terlindas olek kendaraan yang berhubungan dengan perusahaan ini,” tuturnya.
“Maka wajar ketika kita meminta supaya diperhatikan, jangan hanya ketika perbaikan itu cukup satu bulan. Keluhan sopir angkot itu servis mobilnya semakin banyak. Otomatis beban hidup kita ini bertambah, apalagi ekonomi sedang sulit, jadi semakin berat,” tambah Nendar.
Ketua jalur angkot 19 jurusan Lembursitu-Cikemban, Haryadi, mengatakan, hasil pertemuan semetara pihak pabrik semen sudah merespons bahwa mau ada perbaikan jalan secepatnya. Titik-titik yang paling rawan seperti yang di Cilangkap di GSI blok A dan B mau akan diperbaiki besok.
“Selain perbaikan ada juga kesepakatan penertiban jam larangan kendaraan pabrik semen melintas seperti dari jam lima pagi sampai jam sembilan pagi, terus dari jam tiga sore sampai jam tujuh malem. Sebab itu mobilitas masyarakat sangat terganggu kalau enggak pakai jam larangan,” Kata Haryadi.
Menanggapi hal itu, Kepala UPTD Pengelolaan Jalan Dan Jembatan Wilayah Pelayanan II, Ari Haidriyansyah, mengeklaim jalan yang merupakan jalan provinsi selalu dipelihara secara rutin. Pemeliharaan juga akan dilakukan perbaikan untuk jalan sepanjang 3,7 kilometer pada 2023.
“Pada tahun anggaran 2022 perbaikan jalan dilakukan penanganan dengan pemeliharaan rutin, pada tahun anggaran 2023 secara bertahap penanganan dilakukan dengan pemeliharaan berkala sepanjang kurang lebih 3,7 Km (mulai Jembatan Cipeundeuy-Pasar Pangleseran) serta pemeliharaan rutin terus dilakukan,” ucapnya. (red)
