Puluhan Warga Ranggajati Cirebon Ramai Antre Beras Murah Di Bazar UMKM Harlah Satu Abad NU

0

Cirebon, Kutipan-news.co.id – Puluhan warga tampak menyerbu stan beras murah di Bazar UMKM Harlah Satu Abad NU di Stadion Ranggajati, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (3/3/2023).

Mereka tampak mengantre di depan stan yang merupakan kolaborasi Lembaga Pengambangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Cirebon dan Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon itu.

Antrean warga yang hendak membeli beras murah seharga Rp 9450 perkilogram juga terlihat cukup panjang, sehingga stan tersebut menjadi yang paling sibuk dibandingkan lainnya.

Ketua LPPNU Kabupaten Cirebon, Syahruddin, mengatakan, bazar beras murah kali ini merupakan upaya PCNU Kabupaten Cirebon dan Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon mengintervensi pasar.

Sebab, menurut dia, saat ini harga beras di pasaran terus merangkak naik, sehingga LPPNU dan Bulog menyediakan beras yang dijual di bawah harga pasar untuk mengendalikan harganya.

“Bazar beras murah ini juga untuk membantu masyarakat mendapatkan beras yang harganya terjangkau,” kata Syahruddin saat ditemui di Stadion Ranggajati, Jumat (3/3/2023).

Ia mengatakan, beras yang disediakan dalam bazar murah kali ini merupakan kualitas medium dalam bentuk kemasan lima kilogram yang dijual seharga Rp 47250.

Selain itu, setiap pengunjung Bazar UMKM Harlah 1 Abad NU juga dibatasi hanya diperkenankan untuk membeli maksimal dua kemasan yang totalnya mencapai 10 kilogram.

Bahkan, pengunjung juga harus mendaftar dahulu untuk menuliskan nama dan alamatnya di stan tersebut, kemudian membayarnya di kasir sebelum mendapatkan beras tersebut.

“Itu teknis pembelian yang sudah disepakati bersama, sehingga pembelinya lebih tertib dan terawasi, tidak ada yang bolak-balik,” ujar Syahruddin.

Ia mengatakan, bazar beras murah itu diselenggarakan sejak 1 – 3 Februari 2023 untuk memeriahkan puncak peringatan Harlah 1 Abad NU di Kabupaten Cirebon yang berlangsung nanti malam.

Selama dua hari pelaksanaan bazar murah itu pun, jumlah beras medium yang dijual di stan LPPNU Kabupaten Cirebon mencapai 23 ton, dan diperkirakan bakal bertambah, karena masih berlangsung.

Pihaknya memastikan, tidak ada batasan maksimal dalam jumlah beras yang dijual di bazar tersebut, bahkan dalam dua hari pelaksanaan beras yang cepat habis langsung ditambah stoknya.

“Hari pertama habis 10 ton, hari kedua 13 ton, dan hari ketiga ini belum dihitung, tapi kemungkinan lebih banyak lagi, karena pengunjungnya masih ramai,” kata Syahruddin.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *