Memasuki Semester II 2026, Bupati Bandung Sentil Integritas ASN dan Minta Maksimalkan Program

0

 

KAB. BANDUNG, kutipannews.co.id – Memasuki paruh kedua tahun anggaran 2026, Bupati Bandung Dadang Supriatna langsung tancap gas. Di hadapan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memadati lapangan apel perdana Semester II, Senin (6/7/2026), orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini melayangkan pesan kuat: maksimalkan program, atau masyarakat yang akan dirugikan.

 

Bagi Dadang, enam bulan ke depan bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan pembuktian janji kerja kepada rakyat. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah dari kebijakan pembangunan harus mengalir menjadi manfaat yang konkret di tengah masyarakat.

 

“Setengah tahun ke depan harus kita maksimalkan agar setiap program dan kebijakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tandas Dadang Supriatna dengan nada bicara yang tegas namun sarat harapan.

 

Di bawah langit pagi Bandung, Dadang mengingatkan kembali hakikat utama seorang abdi negara. Menurutnya, masyarakat menaruh ekspektasi yang teramat tinggi pada pundak para pegawai pemerintah. Karena itu, standar pelayanan publik tidak bisa lagi biasa-biasa saja.

 

Ia menuntut seluruh jajaran ASN Pemkab Bandung untuk menghadirkan pelayanan yang tidak hanya profesional, cepat, dan transparan, tetapi juga memiliki sisi humanis, penuh tanggung jawab, serta dibalut keikhlasan.

 

“Kerja-kerja kita harus diniatkan sebagai ibadah. Dengan niat yang tulus dan ikhlas, saya yakin pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal,” ucapnya, menyentuh sisi spiritual para peserta apel.

 

Namun, Dadang juga menyadari, pelayanan yang humanis tidak akan terwujud tanpa ditopang oleh kerja sama yang solid. Ego sektoral antar-instansi kerap kali menjadi batu sandungan. Memasuki semester II ini, ia menginstruksikan penguatan koordinasi antarperangkat daerah agar tidak ada lagi program yang berjalan lamban atau tumpang tindih.

 

“Semua harus bergerak bersama agar target pembangunan dapat tercapai,” cetusnya.

 

Di balik motivasi yang digelorakan, apel pagi itu juga diwarnai catatan kritis yang cukup menohok. Berdasarkan laporan yang diterimanya, Dadang blak-blakan menyentil masih adanya oknum ASN yang menyebarkan hal-hal negatif yang mencoreng integritas korps.

 

Bupati tampaknya tidak ingin membiarkan “nila setitik merusak susu sebelanga”. Ia memandang masalah perilaku dan integritas ini sebagai persoalan serius yang butuh penanganan mendalam, bukan sekadar teguran lisan.

 

Sebagai langkah konkret, Dadang langsung menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung untuk menggelar asesmen psikologi bagi para ASN. Langkah ini diambil guna memetakan kondisi mental sekaligus memastikan seluruh pegawai Pemkab Bandung benar-benar siap bekerja secara profesional, sehat secara psikis, dan tetap menjaga akhlak sebagai pelayan masyarakat.

 

Paruh kedua tahun 2026 telah dimulai. Bagi Pemkab Bandung, ini adalah momentum bersih-bersih internal sekaligus pembuktian bahwa birokrasi bukan sekadar roda mekanis, melainkan jantung pelayanan yang berdenyut untuk kesejahteraan warga. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!