Soal Hari Guru Nasional, Ini Kata Adistyana Pitaloka Seorang Guru Idola dan Berprestasi di Subang

0

Laporan : Rohman

Subang, kutipan-news.co.id – Setiap pada tanggal 25 November, diperingati sebagai Hari Guru Nasional yang menjadi refleksi bagi setiap guru utuk kembali membangkitkan peran guru/pendidik didunia pendidikan.

Keberhasilan peserta didik tergantung pada proses mendidik dan pengajaran yang diberikan oleh guru, karena murid akan mengikuti setiap gerak-gerik atau langkah yang dilakukan oleh guru. Senin, (25/11/2019).

Ada istilah “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, pepatah ini melekat dalam sosok Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yaitu Guru,bagaimana tidak, tanggung jawab besar berada dipundak seorang guru dalam menciptakan generasi yang berkarakter dan berkualitas.

Hal tersebut, disampaikan salah seorang guru idola dan berprestasi di Kabupaten Subang, seorang guru SLBN yaitu Adistyana Pitaloka mengatakan, Seorang guru bisa dikatakan berhasil apabila sudah membuat siswanya senang belajar tanpa beban.

“Ketika kita (Guru), sudah menjadi idola bagi siswa-siswi, otomatis yang kita perintahkan pasti akan dilaksanakan, bukan hanya itu, siswa-siswi juga akan merasa nyaman dan mengaplikasikan semua yang kita ajarkan,” Jelas Adistyana Pitaloka.

Lebih lanjut Adistyana Pitaloka menjelaskan, sebelum menjadi idola ada catatan penting yang harus diingat oleh guru, selain menjalankan tugas utamanya untuk mendidik, mengajar, membimbing, melatih, mengarahkan, menilai dan mengevaluasi peserta didik, guru juga harus bisa menunjukan sifat dan sikap yang pantas sebagai seorang pendidik.

“Karena, ada istilah guru itu digugu dan ditiru, jadi apa yang kita perbuat akan berdampak kepada peserta didik, maka dari itu, kita sebagai seorang guru sudah sepantasnya kita memberikan contoh yang baik,”Papar Adistyana Pitaloka.

Sambungnya, Hari Guru Nasional bukan hanya sekedar perayaan, melainkan terdapat penghargaan sekaligus peringatan bagi guru untuk selalu menjalankan tugas dengan baik, sebab guru merupakan sosok teladan bagi peserta didik, karena apa yang dilakukan guru pasti akan ditiru oleh mereka, seorang guru harus mampu melakukan perubahan dan merancang yang terbaik bagi anak didiknya.

“Sebenarnya, Setiap orang adalah guru, guru untuk anak-anaknya, guru didalam keluarganya, bahkan guru untuk dirinya sendiri, percayalah seorang yang hebat itu berkat jasa seorang guru. Tandas Adistyana Pitaloka.

Diapun mengharapkan, saya memiliki keinginan khusus, dimana setiap guru harus bisa mendidik dan melayani kebutuhan semua peserta didik, tanpa kecuali termasuk anak penyandang disabilitas.

“Karena sekarang kita sudah inklusi, jadi semua pendidik harus bisa memfasilitasinya, tidak hanya itu, Pemerintah juga harus bisa lebih memprioritaskan kesejahteraan para guru, terutama pada guru honorer,”Pungkas Adistyana Pitaloka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *