BPK RI Usulkan Pemerintah Gali Potensi Untuk Kepentingan Masyarakat

0
Surabaya, kutipan-news.co.id Anggota VI BPK RI, Harry Azhar Azis, mengusulkan Public Service Index (PSI) sebagai indikator ekonomi. PSI dianggap bisa mengukur kesejahteraan masyarakat dan tumbuh kembangnya pemerintah daerah.
Azhar menilai Jatim mempunyai banyak potensi yang dapat digali untuk mensejahterakan masyarakat, mengingat Jatim merupakan wilayah sangat luas terdiri dari 38 kabupaten/kota. Apalagi pemerintah daerah (Pemda) punya otonomi dan kewenangan, bagaimana memproyeksikan renstra pembangunannya untuk tujuan kemakmuran rakyat.
“Suatu daerah dapat diukur bagaimana tingkat kesejahteraannya dengan melihat beberapa indikator yaitu bagaimana indeks pembangunan manusia (IPM), bagaimana PDRB, tingkat pengangguran, indikator kemiskinan dan gini ratio, juga pentingnya bagaimana indeks Publik Survice,” katanya.
Untuk Jatim, Azhar berbicara masyarakatnya belum bisa dikatakan sejahtera, karena tingkat IPM-nya masih rendah. Padahal, tingkat pertumbuhan ekonomi Jatim sudah mencapai 5,7 persen.
Oleh karena itu, kata Azhar, pemerintah perlu menambah indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan rakyatnya, yaitu PSI. Yakni bagaimana pelayanan publik itu dilakukan, berapa waktu pelayanan pubik, kemudahan dan kecepatan seperti apa masyarakat mengurus izin mendirikan bangunan (IMB), KTP, SIM dan perizinan yang lain.
Mustinya, kata Azhar, pemerintahan saat ini dibandingkan dengan awal reformasi dengan peningkatan anggaran, naik 900 persen atau berbanding dengan penurunan tingkat kemiskinan.
Tapi saat ini peningkatan dan alokasi anggaran yang meningkat, belum berbanding lurus dengan penurunan tingkat kemiskinan dan peningkatan IPM kita.
“Ini harus serius menjadi kajian dan perhatian kita, bahwa alokasi angaran negara harus berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan rakyatnya,” ujar Azhar, dalam Dialog Publik Pengukuhan Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) periode 2020 -2024, di Kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya, kemarin(red).

Sumber : Medcon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *