Kompensasi dan Hak Nelayan Kembali Memanas, LSM dan Nelayan Tunggu Itikad Baik PHE ONWJ

0
Konpensasi Pertamina Memanas

Karawang, kutipan-news.co.id – Selain kompensasi warga terdampak tumpahan minyak Oil Spil PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) yang hingga kini masih menyisakan polemik dan menjadi sorotan publik di Karawang.

Bahkan kini hal pilu juga di rasakana para nelayan yang melakukan pekerjaan pembersihan limbah cair (Oil Spil) PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di Desa Sungaibuntu meninggalkan permasalahan yang merugikan nelayan.

Pengumpulan limbah di lautan akibat bocornya pipa Pertamina pada tahun 2019 silam melibatkan perahu nelayan yang dibayar oleh pihak Pertamina menjadi “Pil Pahit” bagi nelayan, karena berdasarkan sumber dari salah satu nelayan yang enggan di sebutkan namanya menyampaikan angka pembayaran yang diberikan oleh Pertamina sebesar 1.750.000 per perahu, Tapi oleh Pokmaswas dan seseorang yang berinisil WR sebagai koordinator hanya dibayarkan ke nelayan sebesar Rp, 1.400.000. Lalu kemana selisih yang 350.000 nya?

“Berdasarkan pengakuan WR, bahwa yang 100.000 adalah untuk operasional koordinator, sedangkan yang 250.000 ada di Pak Agung (commdev Phe ONWJ),” ungkapnya.

Dikatakannya, yang menjadi pertanyaan benarkah ada pemotongan sebesar 250.000 oleh Pak Agung ?

“Karena menurut pernyataan WR, dalam rekaman Audio itu bahwa Pak Agung akan memberikan Bonus buat WR dan Pokmaswas nanti di akhir pekerjaan limbah tersebut.

Lanjut, WR juga Pak Agung baru memberikan Bonus sebesar Rp, 24.000.000 yang penyerahannya uang tersebut di rumah Lurah Asep Saeful Rahman,” paparnya menyampaikan dalam pesan rilisnya ke Redaksi kutipan-news.co.id, Sabtu (6/6/20).

Lebih lanjut Ia juga mengatakan, Tentunya hal ini sungguh sangat merugikan nelayan, karena hak nya dikebiri oleh orang yang tidak amanah.

“Kini di kabarkan teman-teman nelayan akan mebuat laporan ke polisi atas permasalahan tersebut, dan saat ini dikabarkan saling lempar permasalahan,” ulasnya.

Atas hal tersebut, Ketua DPC LSM Korek Karawang, Suhanta Perdana merasa kecewa dengan kejadian konpensasi yang belum selesai mulai dari masyarakat Cilamaya sampai Tanjung Pakis.

“Kami akan melayangkan surat konfirmasi dan Somasi atas kejadian ini. Dan bukan hanya kompensasi saja, bahkan kami meminta agar pihak Pertamina memperbaiki lingkungan yang di janjikan pihak Pertamina yang sampai sekarang belum di laksanakannya,”pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!