Mentan RI Berikan Bantuan 14 Miliar ke Petani di Subang
Laporan : Rohman.
Subang, kutipan-news.co.id – Dalam rangka menuju langkah strategis Pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian di tanah air yakni melalui upaya percepatan proses tanam, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja ke Desa Ciberes, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang. Sabtu, (6/6/2020).
Turut mendampingi, Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum, Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Golkar Dedi Mulyadi, Waka Polda Jabar Brigjen Pol. Akhmad Wiyagus, Pangdam III Siliwangi Mayjen Nugroho Budi, Bupati Subang H. Ruhimat, Kapolres Subang AKBP Teddy Fanani, S.I.K., M.H., M.M., Dandim Subang 0605 Subang dan sejumlah Dirjen di Lingkungan Menteri Pertanian.
Dalam kesempatan itu, Mentan RI Syahril Yasin Limpo dalam sambutannya menyampaikan, Tujuan kunjungan kerja ini dalam rangka melakukan upaya percepatan tanam di persawahan di Kabupaten Subang.
“Adapun varietas padi yang ditanam di lokasi tersebut adalah varietas Ciherang, yang memiliki produktivitas sekitar 8 hingga 9 ton gabah kering panen per hektar lahan tanam,” paparnya.
Mentan RI juga mengungkapkan harapannya agar para petani mulai mengupayakan langkah percepatan tanam mulai saat ini.
“Kami sudah membuat surat resmi kepada semua Bupati yang ada di seluruh Indonesia untuk segera melakukan langkah percepatan tanam. Karena sekarang sudah memasuki akhir musim hujan, dan kita akan segera menghadapi musim kemarau panjang,” ujarnya.
Ditambahkannya, Bahwa saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) RI, terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketahanan pangan sebagai komitmen dan tanggung jawab menyediakan bahan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia.
“Salah satu upaya itu adalah dengan mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangannya,” ungkapnya.
Syahrul Yasin juga mengatakan, pertanian bisa menjadi sektor andalan di tengah tantangan ekonomi yang melemah dan pwndemi Covid-19 telah membuat banyak orang kehilangan pekerjaan dan meningkatkan kekhawatiran akan ketersediaan sumber pangan.
“Dampak corona membuat ekonomi melemah, banyak orang kehilangan pekerjaan, obatnya ada di depan mata, yaitu bertani, bertanam di pekarangan,” jelas mentan saat kunjungan kerja di desa Ciberes Kecamatan Patokbeusi Subang,” imbuhnya.
Pihaknya juga menambahkan, pekarangan memberikan manfaat besar bukan saja terhadap pemenuhan penyediaan pangan yang sehat, juga bahkan dapat menjadi sumber pendapatan keluarga.
“Kegiatan P2L merupakan kegiatan pemanfaatan pekarangan pangan yang dilaksanakan oleh Kementan melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP),” ucapnya.
Di masa pandemi ini, bisnis pertanian tidak akan mati, karena tidak ada orang di dunia tidak butuh makan.
“Ini berarti sayuran di sekitar kita ini, dengan teknologi lebih baik, maka hasilnya akan luar biasa. Negara lain pun pasti akan minta,” kata Mentan RI syahril Yasin Limpo.
Terkait dengan itu, Mentan juga menyerahkan paket bantuan senilai Rp.14 Milyar berupa bantuan benih, Alsintan, bantuan KUR Petani, dan Asuransi untuk para petani yang diterima langsung para petani,” pugkasnya.
