Masa Allah, Petugas Pemulasara Jenazah Covid-19 Berhasil Tabung Gaji Untuk Umroh

0
IMG-20211010-WA0056

Karawang, Kutipan-news.co.id –Umrah merupakan salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram.

Di mana ibadah ini hanya dapat dilakukan bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial dan jasmani.

Namun ternyata, ada orang-orang beruntung yang langsung ‘dipanggil’ Allah SWT untuk menunaikan ibadah umroh tersebut. Niat dan usaha yang keras untuk menuju rumah Allah SWT selalu berbuah manis pada akhirnya. Seperti kisah Hendang Wijaya (51) akhirnya bisa mendaftar umroh ke tanah suci setelah honornya turun sebagi petugas pemulasara dan pengubur mayat yang meninggal Covid 19 di Kecamatan Klari.

Awalnya ia menganggap ibadah umroh adalah hal yang tak mungkin mampu baginya, namun saat ia mendaptarkan honor dari pemerintah sebagian honor nya di daftarkan untuk melaksanakan ibadah umroh dan bergegas mendaftar umroh kepada salah satu Yayasan di Karawang.

“Yang namanya uang, kalau untuk yang lainnya itu kan habis, ya kan udah niat ingin melaksanakan umroh dari uang itu supaya ada barokahnya, dan saya bergegas mendaftar umroh “, kata Hendang saat ditemui ketika ia mendaftar. Sabtu, 09 Oktober 2021.

Diketahui Hendang dalam kesehariannya sebagai Linmas di desa Klari serta ia mendapat tugas sebagai koordinator lapangan di kecamatan Klari menaungi 6 rekannya saat ia melaksanankan tugas pemulasaraan dan pemakaman mayat terkonfirmasi Covid 19 di Karawang.

“Keseharian saya seorang Linmas dan saya dapat tugas tambahan di kecamatan Klari sebagai tim pemakaman bersama tim, saya juga sebagai koordinator lapangan, yang mengurus yang mengatur anak buah di pemakaman”, ucapnya

Hasil dari pemulasaran, Hendang mengakui bertugas 2 bulan ia bersama timnya memakamkan mayat terkonfirmasi di Klari sebanyak 163 dengan total honor hampir setengah miliar lebih.

“Pada bulan juni sampai Juli kami memakamkan 163 pemakaman,dengan anggaran setiap pemakaman 3,5 juta satu kali pemakaman,163 dikali 3,5 juta kisaran 570.500.000 dibagi 7 orang , kisaran 80 jutaan perorang”, jelas Hendang.

Dari hasil tersebut diakui Hendang bahwa teman temannya bisa membeli motor baru, tapi baginya mendapat honor dari pemakaman mayat terkonfirmasi Covid ia langsung daftarkan umroh dengan harapan supaya berkah

“Enggak tahu terbesit dalam hati, saya ingin umroh, saya orang kecil dengan hanya sebagai RT sebagai linmas, Alhamdulillah dari ini saya punya rezeki untuk naik umroh itu”, kata hendang.(hnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!