Puluhan Anak Punk Yang Meresahkan Masyarakat Terjaring Operasi Pekat Samapta Polresta Cirebon
Cirebon, Kutipan-news.co.id – Satuan Samapta Polresta Cirebon menjaring puluhan anak punk dalam operasi penyakit masyarakat (pekat), Kamis (2/2/2023).
Mereka digiring ke Barak Dalmas Satsamapta Polresta Cirebon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, untuk didata dan dibina.
Dalam razia itu, para petugas menyisir sejumlah kawasan yang diindikasikan menjadi lokasi mangkalnya sekumpulan anak punk.
Di antaranya di sepanjang jalur Pantura Kabupaten Cirebon, dari simpang empat Plered, Plumbon, Jamblang, Palimanan, Arjawinangun, dan lainnya.
Bahkan, petugas pun sempat mengejar sejumlah anak punk yang mencoba kabur saat melihat kedatangan rombongan polisi.
Di Barak Dalmas Polresta Cirebon, para petugas mengajak puluhan anak punk tersebut untuk berselawat bersama dan mengaji Al-Qur’an.
Wakasat Samapta Polresta Cirebon, AKP Suhada, mengatakan, pembinaan itu untuk mengajak para anak punk yang terjaring razia agar tidak turun ke jalan lagi.
Menurut dia, dalam razia kali ini sebanyak 23 anak punk berhasil diamankan jajarannya. Dari jumlah itu, lima di antaranya berjenis kelamin perempuan.
“Operasi pekat ini dilaksanakan untuk menjaga kamtibmas di wilayah hukum Polresta Cirebon,” ujar Suhada saat ditemui seusai kegiatan.
Pihaknya mengakui, sasaran utama operasi tersebut ialah kalangan anak punk yang kerap berkeliaran di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Cirebon.
Penertiban anak punk itu didasari laporan masyarakat, yang merasa resah karena kerap meminta uang secara paksa kepada pengendara.
“Para pengguna jalan resah melihat keberadaan mereka di lampu merah, dan sebagian anak punk yang terjaring razia ini berasal dari luar Cirebon,” kata Suhada. (Red)
