Seorang Pelajar SMK Diserang Segerombol Pelajar Brutal Berbekal Sajam Hingga Alami Luka Serius
Majalengka, Kutipan-news.co.id – Rian Fadilah (17), pelajar di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat menjadi korban aksi kebrutalan kelompok bersenjata tajam.
Akibatnya, Rian mengalami luka robek di paha kanan setelah dirinya yang sedang melintas di Desa Gandu, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka diserang kelompok pelajar lainnya.
Saat ditemui di rumahnya di Dusun Curug, Desa/Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Rian menceritakan detik-detik pelajar kelas XI SMK Palasah itu diserang.
Ia yang bersama dua temannya melintas usai mencari lokasi magang sebagai tugas sekolahnya itu dikejar oleh kelompok pelajar lainnya yang membawa senjata tajam.
“Saya kan mau cari tempat PKL ya, terus ketemu gerombolan itu langsung nunjuk-nunjuk sambil mengacungkan senjata tajam gitu.”
“Terus tahu saya ditunjuk-tunjuk, saya dikejar terus saya lari dan jatuh,” ujar Rian kepada wartawan, Kamis (2/2/2023).
Saat itu, ia bersama dua rekannya itu menggunakan satu buah motor alias bonceng tiga.
Tahu dikejar, ketiganya langsung melarikan diri sebelum akhirnya jatuh dan melarikan diri kembali dengan meninggalkan motornya.
“Saya boncengan 3 satu motor, pas lari itu, 2 temen saya mah udah lari, saya inisiatif untuk ambil motor, tapi keburu sudah dekat lalu saya dibacok begitu pas di kali karena saya nyebur gitu,” ucapnya.
Beruntung saat itu, ia hanya dibacok di paha kanan dan langsung kabur meninggalkannya.
Setelah itu, kedua temannya langsung menyelamatkan dirinya yang terjebur di kali dan akhirnya ditolong oleh warga.
“Ketika itu saya langsung dibawa ke RSUD Cideres dan mendapatkan perawatan hingga akhirnya saya dapat 15 jahitan ketika tahu saya dibacok di paha kanan,” jelas dia.
Rian menduga, aksi pengeroyokan itu diduga akibat kelompok pelajar tersebut melihat stiker sekolahnya dari helm yang dikenakannya.
Adapun, gerombolan pelajar tersebut berjumlah lebih dari 10 motor dengan keseluruhan motornya berboncengan.
“Motifnya mah kurang tahu, tapi mereka sempat lihat stiker saya menunjukkan identitas sekolah gitu, kayanya gak suka sama sekolah saya,” katanya.(red)
