Warga Ciasem Tengah khawatir Tebing Tanggul Kritis Banjir Ancam Permukiman
Subang, Kutipan-news.co.id – Warga Dusun Krajan Timur , Desa CiasemTengah,Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat merasa was was dan khawatir banjir ancam permukiman mereka
Menyusul, kondisi tebing tanggul Kali Cijengkol yang bermuara ke Sungai Ciasem tebing tanggul dalam kondisi kritis alami longsoran akibat sering di terjang derasnya arus air bahkan longsoran tebing tanggul semakin meluas.
Menurut warga sekitar longsoran di salah satu titik tanggul semakin meluas sebelumnya mencapai sekitar 40 meter.kini mencapai 70 meter setelah Tembok Penahan tanah di sekitar tanggul sekitar 30 meter ambrol akibat tak kuat menahan terjangan derasnya air Jum’at ( 2/2/24 ).

Sitiman,( 54 ) salah satu warga Krajan Timur mengatakan, kerusakan tebing tanggul sudah berlangsung sejak 4 tahun terakhir .
Namun hanya di lakukan perbaikan dengan peninggian tanggul berupa pengurugan namun selama 2 tahun ini tak kunjung diperbaiki, bahkan area yang rusak semakin meluas terlebih saat debit Sungai Ciasem air masuk ke ateal tanggul yang berdekatan dengan permukiman
”Ambrol mulai 4 tahun lalu namun hingga kini belum di lakukan perbaikan Tembok Penahan Tanah permanen bahkan sekarang kalau debit air Sungai Ciasem meluap kondisi tanggul makin parah air pun masuk ,’’ ujar Sutiman
Ia menuturkan Melihat kerusakan tanggul semakin parah, warga waswas dampak tanggul rusak parah sewaktu waktu bida jebol.banjir ancam.permukiman ”Yang kita khawatirkan potensi tanggul dalam kondisi kritis karena ketika Sungai meluap air masuk dan rembesan air fari TPT pun masuk menandakan kondisiTPT tanggul perlu diperbaiki karena sudah tidak lagi kuat menahan debit air,’’Jelasnya
Terkait titik tanggul Kali Cijengkol.alami longsoran menjadikan ke khawatiran warga berharap.Pemkab Subang dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk meninjau ke lokasi tanggul kritis karena hampir dua tahun lebih pembangunan TPT tanggul sampai sekarang belum ditindaklanjuti,
Warga khawatir, jika tanggul yang kritis dampaknya, dikawatirkan Potensi risiko bencana sangat tinggi, (Agus)
