Ribuan Warga Di Jatim Gelar Aksi Tolak Kampanye LGBT Depan Kantor Gubernur Jatim
SURABAYA,Kutipan-news.co.id – Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Umat Peduli Generasi (AUPG) Jawa Timur menggelar aksi damai di kawasan Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Minggu (9/8/2026).
Aksi tersebut digelar untuk menyuarakan penolakan terhadap kampanye dan normalisasi LGBT. Massa juga mendesak pemerintah mengambil langkah konkret melalui regulasi dan pendidikan.
Peserta tumpah ruah mulai dari simpang empat Air Mancur dekat Balai Pemuda hingga mendekati Jalan Basuki Rahmat. Massa yang hadir disebut berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk unsur majelis taklim dan masyarakat umum.
Para peserta aksi menyampaikan aspirasi secara bergantian. Sejumlah orator juga menyampaikan pandangan mereka terkait isu LGBT dan kaitannya dengan pendidikan serta kehidupan sosial masyarakat.
Mereka juga membawa sejumlah poster dengan berbagai tulisan, di antaranya:
“lgbt haram dan dosa besar”
“stop normalisasi lgbt”
“umat bersatu tolak lgbt”
“tolak lgbt, kembali fitrah”
“wahai penguasa, tindak tegas pelaku dan penyebar budaya lgbt”
“stop lgbt”
“arek-arek suroboyo tolak lgbt”
“tolak lgbt”
Salah satu orator mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap generasi muda. Ia menyerukan agar masyarakat bersama-sama menyuarakan penolakan terhadap kampanye LGBT.
“Hari ini kita mengikuti aksi peduli generasi, bebaskan Indonesia dari ancaman dan kejahatan LGBT. Bebaskan Indonesia dari seksual patologis yang bernama LGBT,” kata salah satu orator saat menyampaikan orasi.
Orator tersebut kemudian mengajak massa meneriakkan yel-yel sebagai bentuk penegasan sikap mereka dalam aksi tersebut.
“Oleh karena itu saudara-saudara sekalian, mari kita bersama-sama menyuarakan yel-yel pada hari ini. Ikuti yel-yel yang saya bacakan, tolak, tolak LGBT,” ujar orator yang sama.
Ia kemudian menjelaskan alasan penolakan terhadap LGBT. Menurutnya, pandangan tersebut didasarkan pada fitrah manusia, dimana manusia diciptakan oleh Allah telah berpasangan antara laki-laki dan perempuan.
“Kenapa kita menolak LGBT? Karena LGBT ini bertolak belakang dengan fitrah manusia,” kata dia.
Tak hanya persoalan fitrah manusia, orator tersebut juga menyebut LGBT dinilai bertentangan dengan nilai agama dan sosial yang berlaku di tengah masyarakat.
“Karena LGBT ini bertolak belakang, bertentangan dengan nilai-nilai agama, bertentangan dengan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pandangan tersebut kembali ditegaskan dalam orasi berikutnya. Ia menyebut penolakan terhadap LGBT juga dikaitkan dengan nilai moral Pancasila.
“Bertentangan dengan moral Pancasila. Kita menolak LGBT karena bertolak belakang dengan fitrah manusia,” tegas orator tersebut.
Dalam orasinya, ia juga merujuk pada sumber Al-Qur’an dan hadits yang melarang perbuatan menyimpang tersebut.
“Perilaku LGBT dilarang dalam Al Quran, dilarang dalam hadis, di dalam fatwa maupun pendapat para ulama,” pungkasnya.
Aksi Ditutup dengan Bersih-Bersih
Menariknya, rangkaian aksi tersebut tidak berakhir setelah orasi selesai. Massa juga melakukan kegiatan bersih-bersih di sekitar lokasi aksi.
Para peserta mengumpulkan sampah yang berada di kawasan Jalan Gubernur Suryo dan sekitarnya. Sampah bekas kegiatan tersebut dibersihkan bersama-sama sebelum massa meninggalkan lokasi.
Kegiatan bersih-bersih itu membuat kawasan yang sebelumnya dipenuhi peserta aksi kembali terlihat lebih bersih.
Aksi damai AUPG Jawa Timur pun berakhir dengan kegiatan tersebut. Selain menyampaikan aspirasi, peserta juga menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di sekitar lokasi kegiatan.(Saifal)
