Bukan Akhir Perjuangan, Wali Kota Cimahi Ingatkan 150 PNS Baru: Ini Awal Pengabdian yang Sesungguhnya!

0

CIMAHI, kutipannews.co.id – Suasana khidmat menyelimuti gedung Cimahi Techno Park pada Selasa (2/6/2026). Gurat bahagia sekaligus haru tidak dapat disembunyikan dari wajah seratusan aparatur sipil negara muda. Hari itu menjadi tonggak sejarah baru dalam hidup mereka, saat janji setia kepada negara resmi diikrarkan.

 

Sebanyak 127 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2024 resmi menerima Surat Keputusan (SK) dan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) penuh di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi. Bersama mereka, 23 PNS senior yang sebelumnya belum sempat bersumpah, turut larut dalam prosesi sakral pengambilan sumpah/janji jabatan. Total, ada 150 abdi negara yang siap mengukuhkan komitmennya.

 

Prosesi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, ini bukan sekadar seremoni serah terima kertas di atas pelaminan birokrasi. Ada pesan mendalam yang dititipkan di pundak para abdi negara baru ini.

 

Paradigma Baru: Pelayan, Bukan Penguasa

Dalam arahannya yang menyentuh sisi humanis, Ngatiyana mengingatkan bahwa status PNS yang melekat hari ini bukanlah sebuah pencapaian akhir untuk berpuas diri.

 

“Menjadi PNS bukan garis akhir perjuangan, tetapi awal pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tegas Ngatiyana dengan nada penuh penekanan.

 

Ia mengingatkan bahwa perubahan status ini membawa tanggung jawab moral yang jauh lebih besar. Status ASN bukanlah panggung untuk mencari validasi sosial, melainkan ruang kerja nyata untuk melayani masyarakat yang membutuhkan uluran tangan pemerintah.

 

Harapan Besar pada Generasi Z: Mengubah Birokrasi Kaku Menjadi Adaptif

Ada warna menarik dalam formasi PNS kali ini. Mayoritas dari mereka yang disumpah merupakan representasi dari Generasi Z—generasi yang lahir dan tumbuh bersama pesatnya teknologi.

 

Ngatiyana melihat hal ini sebagai angin segar sekaligus modal utama bagi percepatan transformasi birokrasi di Kota Cimahi. Di mata Wali Kota, para ASN muda ini adalah “darah segar” yang memiliki daya adaptasi tinggi dan literasi digital yang mumpuni.

 

“Manfaatkan kemampuan dan kreativitas yang dimiliki untuk menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan berkualitas,” ujarnya menyemangati.

 

Pemerintah Kota Cimahi menaruh harapan besar agar wajah pelayanan publik ke depan tidak lagi diidentikkan dengan sistem yang lambat dan kaku. Kehadiran inovasi dan kreativitas anak-anak muda ini diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan warga Cimahi yang semakin dinamis.

 

Menjaga Integritas di Tengah Arus Perubahan

Meski menuntut inovasi yang tanpa batas, Ngatiyana tetap memberikan rambu-rambu moral yang tegas. Inovasi tanpa integritas, menurutnya, akan kehilangan arah. Oleh karena itu, ia meminta seluruh ASN untuk tetap membumi dan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, serta Panca Prasetya Korpri.

 

Disiplin dan loyalitas harus menjadi fondasi utama sebelum menelurkan kreativitas. Bekerja dengan keikhlasan hati adalah kunci agar pengabdian ini tidak terasa sebagai beban, melainkan sebuah kebanggaan.

 

“Jadilah ASN yang profesional, berintegritas, inovatif, dan mampu membawa perubahan positif. Pertahankan prestasi yang telah diraih Kota Cimahi dan teruslah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Ngatiyana menutup sambutannya dengan penuh optimisme.

 

Kini, ketukan palu ritual telah usai, SK telah digenggam. Tantangan sesungguhnya bagi 150 ASN ini baru saja dimulai di meja-meja pelayanan publik Kota Cimahi. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!