Selain Tinjau Lokasi Banjir di Karawang, Gubernur Jabar Himbau Warga Tetap Waspada

0
Karawang, kutipan-news.co.id – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di dampingi istrinya Atalia Praratya meninjau titik banjir yang berada di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe barat, Karawang.
Dalam kesempatan kunjungan tersebut Ridwan Kamil selain menyumbangkan uang sebesar 1 Miliar serta memberikan sembako untuk kebutuhan warga korban banjir ia juga bagi-bagi permen kepada anak-anak yang masih mengungsi. Serta menerima keluhan korban banjir.
Banjir Karangligar yang memang dalam setiap tahun saat memasuki musim penghujan selalu menjadi sorotan, dan hingga kini ketinggian air masih bervariatif bahkan masih ada yang mencapai 2 meter lebih dan masih ada pemukiman penduduk yang masih tergenang banjir.
Korban banjir mengeluhkan banjir di desanya kerap terjadi setiap musim hujan dan sudah sering terjadi setiap tahun menderita akibat banjir luapan sungai Cibeet dan Citarum sehingga sejumlah perabotan dan pertanian rusak.
“Saya minta maaf kepada warga di sini karena baru sempat berkunjung setelah meninjau wilayah lain yang juga mengalami hal yang sama,” kata Ridwan Kamil, Sabtu (4/1).
Gubernur Jabar Kang Emil (sapaan akrabnya) menerangkan musibah banjir di Jawa Barat, ada 6 wilayah yang terdampak banjir, salah satunya Karawang, sementara yang menjadi perhatian Pemprov Jabar dan yang menjadi prioritas utama tanggap darurat adalah Kabupaten Bekasi.
Kabupaten Bekasi mengalami dampak banjir lebih parah hingga kini ketinggian air masih mencapai 3 meter lebih, karena diakibatkan ada dua sungai yang menjadi faktor genangan air meluap ke pemukiman warga yaitu sungai Cikeas dan Cilengsi.
“Semua daerah dampak yang terdampak banjir di Jabar menjadi prioritas tanggap darurat, tetapi yang lebih diprioritaskan wilayah Bekasi,”ucapnya.
Dikatakannya, untuk solusi jangka panjang dalam mengatasi banjir
butuh banyak aspek yang harus dipelajari dan membutuhkan koordinasi dengan lintas pemerintah pusat.
“Selain itu dengan cara membuat sodetan dan membuat bendungan yang dapat menampung air dari sungai -sungai yang kerap meluap dan menimbulkan banjir, sehingga kedepannya tidak lagi terjadi banjir besar,”timpal Kang Email.
Lebih lanjut Ia juga mengatakan Pemprov Jabar akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, karena butuh waktu secara keilmuan, ketenangan, juga harus membahas hal-hal teknis sesuai kajian dalam penataan sungai di Karawang. Saat ini dirinya hanya bisa menghimbau agar tetap waspada.
“Saya berharap warga Jabar tetap waspada mengingat anomali cuaca selama empat hingga lima hari ke depan Menurut BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih akan terjadi. Semoga semuanya selalu sehat dan di berikan kesabaran hingga banjir surut nanti,”Pungkasnya (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *