Kasus Dugaan Korupsi Jadi Sorotan, Komisi IV DPRD Karawang Akan Panggil Disdikpora dan SMKN Terlibat

0
Karawang, kutipan-news.co.idKomisi IV DPRD Kabupaten Karawang kini mulai menyorot kasus dugaan kerugian Negara di Dinas Pendikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang.
Pasalnya, pihak Disdikpora dan pihak SMK Negeri tak lama lagi akan secepatnya mendapatkan panggilan dari pihaknya. Akibat dengan melambungnya kabar perkara yang di tangani pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) naik dari status penyelidikan ke status penyidikan. Karena dianggap kasus penyalahgunaan dan telah merugikan uang negara sebesar Rp4 Miliar rupiah.
“Atas dasar kewenangan,
maka perlu kami panggil Disdikpora Karawang dan pihak SMK Negeri agar kami mengetahui secara detail kasus yang terjadi pada 2015 silam ini,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, Asep Syarifudin, kepada media, Minggu (26/1/2020), melalui telepon selular.
Politisi Golkar Karawang ini mengaku tak mengetahui percis berapa jumlah dugaan kerugian uang negara di kasus SMKN tersebut. Namun sepengetahuannya, anggaran peningkatan mutu manajemen sekolah (PMMS) yang digelontorkan Pemkab Karawang pada tahun 2015 untuk sejumlah pendidikan menengah cukup besar.
“Waktu itu, anggaran PMMS cukup siginifikan diberikan untuk pendidikan menengah di Disdikpora karawang,”katanya.
Lebih lanjut Asep Ibe (sapaan akrabnya) mengatakan berdasarkan informasi yang didapatkannya kasus tersebut mencuat karena penggunaan sebagian dana PMMS yang tidak sesuai plotnya tetapi dianggap lebih urgen, yakni digunakan untuk pembelian sejumlah perangkat komputer.
“Sementara tidak ada bantuan dari APBD I atau APBD II untuk pembelian sejumah perangkat komputer, SMKN waktu itu kan mau laksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), lalu digunakanlah dana PMMS tersebut,” ungkapnya.
Ia berharap bisa mendorong kasus ini agar pihak Disdikpora Karawang dan SMKN bersikap komunikatif dan kooperatif dengan pihak Kejari Karawang, supaya kasus tersebut bisa terselesaikan.
“kami harapkan mereka kooperatif kepada hukum dan agar didalam kasus ini bisa dijadikan pembelajaran, agar bisa menjadi contoh bagi sekolah lainnya untuk lebih teliti menentukan segala sesuatu hal(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *