Bandung Jadi Simbol Solidaritas Palestina dalam Peringatan 78 Tahun Nakba

0
IMG-20260517-WA0002

Bandung, Kutipan-news.co.id-Ratusan warga menghadiri kegiatan ‘Bandung for Palestine’ yang digelar di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Jumat (15/5/2026) malam. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati 78 tahun tragedi Nakba, peristiwa pengusiran ratusan ribu rakyat Palestina dari tanah kelahirannya pada 1948.

Acara tersebut diinisiasi oleh Indonesia for Palestine Movement bersama Rumah Zakat, DT Peduli, dan Wakaf Salman.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas, lembaga kemanusiaan, tokoh publik, hingga aktivis untuk menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan menghentikan krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza.

Rangkaian acara diisi dengan diskusi kemanusiaan, teatrikal refleksi Nakba, pemutaran film dokumenter, penampilan seni, hingga penggalangan solidaritas untuk Palestina.

Sejumlah tokoh dan seniman turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Arie Untung, Panji Sakti, Ghaida Tsurayya, komunitas Bandung Student Justice for Palestine, serta Wakil Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri MUI Pusat Ustaz Oke Setiadi Affendi.

Hadir pula Direktur DT Peduli Muhammad Ihsan, Direktur Wakaf Salman Hari Utomo, dan Deputy Director Al-Khair Foundation Southeast Asia, Athallah Abu Salah.

Corporate Secretary Division Head Rumah Zakat, Tantan Supriatna, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan konsorsium Indonesia for Palestine untuk memperluas kesadaran masyarakat terhadap perjuangan rakyat Palestina.

“Momentum Nakba ini menjadi pengingat bahwa perjuangan Palestina belum selesai. Harapannya, gerakan seperti ini tidak hanya hidup di Bandung, tetapi juga menyebar ke berbagai kota di Indonesia agar suara kemerdekaan Palestina terus digaungkan,” ujar Tantan di sela kegiatan.

Ia juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat Konferensi Asia Afrika dan Dasasila Bandung sebagai simbol perjuangan bangsa-bangsa tertindas.

“Jika dahulu Bandung menjadi kompas bagi kemerdekaan bangsa-bangsa Asia dan Afrika, maka hari ini Bandung harus kembali menjadi mercusuar bagi kemerdekaan Palestina,” katanya.

Direktur DT Peduli Muhammad Ihsan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga perhatian terhadap isu Palestina agar tetap hadir di ruang publik dan media massa.

“Palestina tidak boleh hanya hadir saat momentum tertentu. Kepedulian ini harus terus dijaga sebagai bentuk keberpihakan terhadap nilai kemanusiaan dan keadilan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Wakaf Salman Hari Utomo menyebut solidaritas terhadap Palestina perlu diwujudkan melalui aksi nyata dan dukungan berkelanjutan.

“Peringatan Nakba bukan sekadar mengenang tragedi masa lalu, tetapi juga menjadi panggilan kemanusiaan bagi kita semua untuk terus membersamai perjuangan rakyat Palestina,” kata Hari.

Kegiatan ‘Bandung for Palestine’ diharapkan menjadi pengingat bahwa tragedi Nakba bukan hanya bagian dari sejarah, melainkan luka panjang yang hingga kini masih dirasakan rakyat Palestina akibat penjajahan, blokade, dan agresi kemanusiaan yang terus berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!