Dispusipda Jabar Perkuat Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

0
IMG-20260729-WA0031

CIMAHI – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kota Cimahi memperkuat implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) melalui kegiatan edukasi bertajuk “Peluang Pemanfaatan Maggot untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat”, yang digelar di Kota Cimahi, Rabu (29/7/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan perpustakaan yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat literasi, tetapi juga sebagai ruang belajar sepanjang hayat yang mampu meningkatkan keterampilan, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

 

Mengawali kegiatan, Pustakawan Utama Dispusipda Jawa Barat, Dr. Ir. H. Ahmad Hadadi, M.Si., menyampaikan bahwa Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.

 

Menurutnya, melalui kolaborasi antara Dispusipda Provinsi Jawa Barat dan Disarpusda Kota Cimahi, perpustakaan diharapkan mampu berkembang menjadi pusat pembelajaran, pemberdayaan, serta pengembangan potensi masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan.

 

Sementara itu, Kepala Dispusipda Provinsi Jawa Barat yang diwakili Kepala Bidang Bina Perpustakaan dan Budaya Gemar Membaca (BPBGM), Andri Heryanto, S.T., M.A.P.**, menegaskan bahwa transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memperkuat budaya literasi.

 

Menurut Andri, perpustakaan harus mampu bertransformasi menjadi ruang yang terbuka, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat sehingga kehadirannya dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan warga.

 

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Cimahi, Dyah Ajuni Lukitosari, S.T., M.T., M.Sc., menyampaikan apresiasi kepada Dispusipda Provinsi Jawa Barat yang telah menjadikan Kota Cimahi sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.

 

Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang belajar sepanjang hayat melalui berbagai program pelatihan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

 

Pada kesempatan itu, Dyah juga memaparkan kebijakan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang telah dijalankan di Kota Cimahi sebagai bagian dari penguatan fungsi perpustakaan di tengah masyarakat.

 

Materi utama kemudian disampaikan oleh Dewi Tri Handayani, S.T., praktisi literasi dan lingkungan, yang mengulas peluang budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

 

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bagi sektor peternakan dan perikanan, menghasilkan pupuk organik berkualitas, serta membuka peluang usaha produktif yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat melalui konsep ekonomi sirkular.

 

Diskusi berlangsung interaktif dan dipandu oleh Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi, Rusli Sudarmadi, S.I.P., M.M.P., selaku moderator. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai peluang pengembangan budidaya maggot sebagai usaha yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

 

Melalui kegiatan ini, Dispusipda Provinsi Jawa Barat bersama Disarpusda Kota Cimahi berharap masyarakat semakin memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat belajar, berbagi pengetahuan, mengembangkan keterampilan, sekaligus membangun jejaring kolaborasi yang mampu melahirkan peluang ekonomi baru.

 

Dengan mengusung semangat “Perpustakaan Hadir, Masyarakat Sejahtera”, Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial diharapkan terus diperluas di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat sehingga perpustakaan semakin dirasakan manfaatnya sebagai pusat literasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.(Saifal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!