Jurnalis Televisi Wilayah Purwasuka Gelar IJTI Akademi
Purwakarta – Puluhan pelajar SMA/SMK/MA dari wilayah Purwakarta, Subang, dan Karawang mengikuti pelatihan jurnalistik dan public speaking bertajuk IJTI Akademi 2026 yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Purwasuka di Bale Sawala Yudistira, Kompleks Pemkab Purwakarta.
Mengusung tema “Membangun Masa Depan Generasi Muda yang Melek Media dan Kritis Terhadap Informasi”, kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengenal lebih dekat dunia jurnalistik, broadcasting, sinematografi, hingga public speaking di tengah derasnya arus informasi digital.
Ketua IJTI Korda Purwasuka, Dian Firmansyah, mengatakan generasi muda saat ini tidak bisa dilepaskan dari teknologi digital. Karena itu, diperlukan pendampingan agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan tidak mudah terpengaruh konten negatif.
“Kami berbagi hard skill kepada adik-adik pelajar sebagai bentuk tanggung jawab organisasi untuk mendampingi Generasi Z. Di sini mereka belajar memproduksi konten, khususnya berita, sekaligus mengembangkan soft skill yang dimiliki,” ujar Dian.
Selain mendapatkan materi dari para praktisi dan akademisi, peserta juga diajak langsung mempraktikkan proses produksi berita di lapangan.
Narasumber yang hadir antara lain Anggota Dewan Pers Muhammad Jazuli, presenter televisi Anisha Dasuki, Sinematografer Ara Haiban Zulkarami, serta MC profesional Khusnul Latifa.
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Purwakarta, Agung Darwis Suriaatmadja, mengapresiasi kegiatan tersebut.
Menurutnya, kemampuan memahami dan memverifikasi informasi menjadi keterampilan penting di era digital untuk menangkal hoaks dan disinformasi.
“Pemerintah Kabupaten Purwakarta mendukung berbagai program peningkatan literasi digital dan media sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” katanya.
Salah seorang peserta, Putri Nur Fakhriyani, siswi kelas X SMAN 1 Wanayasa Purwakarta, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru dari kegiatan tersebut.
“Workshop kali ini seru banget. Semua pemateri menyampaikan materi dengan menarik dan interaktif, jadi tidak membosankan. Kami juga langsung praktik membuat video berita, sehingga ilmunya bisa langsung diterapkan,” ujarnya.
Menurut Putri, materi public speaking, jurnalistik, hingga sinematografi sangat bermanfaat bagi aktivitasnya sebagai pengurus OSIS dan tim IT sekolah.
Ia bahkan berencana lebih aktif menulis artikel dan membagikan ilmu yang diperoleh kepada teman-temannya.
Meski mengaku masih sering merasa gugup saat berbicara di depan umum, pelatihan tersebut justru menjadi motivasi baginya untuk terus mengasah kemampuan komunikasi dan literasi digital.
“Saya jadi semakin sadar bahwa dunia digital itu sangat luas. Kita tidak hanya harus bisa berbicara di depan publik, tetapi juga harus bijak menggunakan media sosial dan memahami informasi yang kita terima maupun bagikan,” ucapnya.
Melalui IJTI Akademi 2026, para pelajar tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis seputar media dan komunikasi, tetapi juga dibekali kemampuan berpikir kritis untuk menjadi generasi muda yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab di era digital.(red)
