Warga Keluhkan Buruknya Pelayanan Puskesmas Cilamaya Girang

0
Puskesmas Subang

Laporan: Rohman

Subang, kutipan-news.co.id – Dua warga melakukan pengaduan ke anggota DPRD Kabupaten Subang, H.Adik LF Solihin dari Fraksi PDIP, soal pelayanan petugas Puskesmas Cilamaya Girang diduga tidak sesuai Standar Operasional Pelayanan (SOP), Kementerian Kesehatan dalam melayani pasiennya.

“Ya benar, tadi ada dua warga yang mengadu kepada saya yaitu, Arisman (50), warga Desa Rawameneng Kècamatan Blanakan Kabupaten Subang dan Dawud (41) Dusun Tegalpanjang Desa Rawameneng Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang, keduanya mengeluhkan buruknya pelayanan Puskesmas,” kata H.Adik saat ditemui kutipan-news.co.id Selasa, (5/5/2020).

Ditambahkannya, Mereka mengeluhkan buruknya pelayanan di Puskesmas Cilamaya Girang, yang diduga tidak sesuai dengan standar SOP Kemenkes.

“Keduanya mengaku saat merasa sakit kepala dan memeriksakan diri ke Puskesmas tersebut, hanya ditanya soal keluhannya saja, dengan jarak pasien dan tenaga medis sekitar 3 meter,” jelasnya.

Dikatakannya, saya sangat menyayangkan kepada pihak Puskesmas jika dalam pelayanannya seperti itu, tidak melakukan pemeriksaan seperti, layaknya pasien yang harus dilayani dengan baik, seperti diperiksa tensi darah, suhu badan dan lainnya yang biasa dilakukan oleh dokter atau tenaga medis ke pasien sebelum adanya wabah Covid-19.

“Tenaga medis di Puskesmas itu terkesan takut, jika warga yang datang untuk berobat terpapar covid-19,” ujarnya.

Kemudian, ucap H.Adik, Seharusnya pihak Puskesmas melakukan edukasi dan sosialisasi kepada warga. Misalnya, agar menggunakan masker saat datang untuk berobat dan sejenisnya.

“Jika hal ini benar terjadi, saya sangat menyayangkan sekali, karena tim medis itu merupakan garda terdepan bagian dari tim Satgas covid-19 yang harus melayani dan melakukan tindakan medis kepada warga yang sakit dengan baik.

Terutama kepada warga yang merasakan gejala virus covid-19, jangan malah menambah beban physcology masyarakat saat berobat dan yang di keluhkan dua warga ini tidak masuk dalam gejala penyakit covid-19, tapi pemeriksaan oleh dokter seolah-olah pasien seperti sudah terpapar positif covid-19,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!