Memotret Nadi Ekonomi Kabupaten Bandung: Kang DS Awali Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Akurasi Data demi Pembangunan Tepat Sasaran

KAB. BANDUNG, kutipan-news.co.id – Sebuah perhelatan besar berskala nasional untuk memotret peta kekuatan ekonomi Indonesia resmi dimulai. Badan Pusat Statistik (BPS) serentak menggelar Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di seluruh pelosok negeri, terhitung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
.
Di Kabupaten Bandung, momentum satu dekade sekali ini ditandai dengan langkah simbolis yang sarat makna. Bupati Bandung, Dadang Supriatna—yang akrab disapa Kang DS—menjadi orang pertama yang membuka pintu bagi para pencatat data negara. Proses pendataan ini dipimpin langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Bandung, Agus Nuwibowo, di Rumah Dinas Bupati pada Selasa (16/6/2026).
.
Langkah Kang DS bukan sekadar formalitas pejabat publik, melainkan sebuah pesan kuat tentang pentingnya transparansi dan keterbukaan demi masa depan daerah.
.
Menembus Batas Satu Dekade: Mengapa SE2026 Begitu Krusial?
Sensus Ekonomi bukanlah agenda biasa. Dilaksanakan setiap 10 tahun sekali—dengan sensus terakhir pada 2016 lalu—ajang ini merupakan instrumen vital pemerintah untuk memetakan struktur, dinamika, dan potret riil aktivitas ekonomi masyarakat. Di tengah pergeseran lanskap bisnis pasca-pandemi dan masifnya digitalisasi, data segar yang akurat menjadi komoditas paling berharga.
.
Usai memberikan data kepada petugas, Kang DS menegaskan bahwa perbaikan dan pemutakhiran data adalah harga mati jika ingin pembangunan berjalan efektif. Hasil akhir dari SE2026 ini akan melebur ke dalam big data nasional, yang menjadi kompas utama dalam merumuskan kebijakan strategis publik.
.
“Perbaikan data ini sangat diperlukan. Mudah-mudahan hasil sensus ini bisa lebih objektif dan menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Data tersebut nantinya akan menjadi bagian dari big data yang dapat dimanfaatkan dalam penyusunan berbagai kebijakan pemerintah,” ujar Kang DS dengan nada optimis.
.
Sentuhan Humanis Kang DS: “Kalau Kaya Jangan Bilang Miskin…”
Ada hal menarik sekaligus mengedukasi saat orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini memberikan imbauan kepada warganya. Dengan gaya komunikasi yang lugas dan membumi, Kang DS meminta seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelaku UMKM hingga korporasi besar, untuk memberikan informasi yang jujur tanpa ada yang ditutup-tutupi.
.
Menurutnya, kejujuran dalam mengisi lembar sensus akan berdampak langsung pada keadilan alokasi anggaran dan ketepatan program bantuan pemerintah di masa depan.
.
“Sampaikan informasi yang seakurat mungkin. Kalau kaya jangan bilang miskin, kalau miskin juga jangan bilang kaya. Artinya, data yang disampaikan harus sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,” cetus Kang DS mengingatkan.
.
Beliau menambahkan, “Pemerintah akan berorientasi pada data yang dihasilkan BPS. Dengan data yang objektif dan terbarui, program-program yang disusun diharapkan dapat lebih tepat sasaran.”
.
Sinergi untuk Pembangunan yang Tepat Sasaran
Di sisi lain, Kepala BPS Kabupaten Bandung, Agus Nuwibowo, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keteladanan yang ditunjukkan oleh Bupati. Keikhlasan Kang DS menjadi responden pertama diharapkan mampu memicu efek domino positif bagi kesadaran publik di Kabupaten Bandung.
.
“Perencanaan yang tepat akan menghasilkan tujuan yang lebih baik. Karena itu, data yang akurat sangat dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan,” jelas Agus.
.
Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu ragu atau takut menerima kedatangan petugas sensus. BPS Kabupaten Bandung menjamin bahwa seluruh personel yang diterjunkan ke lapangan dibekali dengan identitas resmi dan atribut yang jelas demi keamanan warga.
.
“Alhamdulillah beliau (Bupati) merespons dengan baik. Ini menjadi contoh bagi seluruh masyarakat dan pelaku ekonomi untuk menerima petugas kami. Berikan data dengan jujur dan sebenar-benarnya, karena data yang akurat sangat bermanfaat untuk perencanaan pembangunan ke depan,” pungkas Agus.
.
Catatan Redaksi
Sensus Ekonomi 2026 adalah investasi bangsa untuk arah kebijakan ekonomi sepuluh tahun ke depan. Partisipasi aktif dan kejujuran kita sebagai warga negara—khususnya masyarakat Kabupaten Bandung—adalah kunci utama dalam melahirkan data berkualitas, demi pembangunan daerah yang lebih adil, merata, dan sejahtera. (Red)
