Perpustakaan Kota Cimahi Kini Punya Bioskop Mini, Cara Baru Tingkatkan Literasi Generasi Muda

CIMAHI, kutipannews.co.id – Bayangan tentang perpustakaan yang kaku, sunyi, dan dipenuhi deretan rak buku berdebu seketika runtuh saat melangkah kaki ke Perpustakaan Kota Cimahi. Pemerintah Kota Cimahi mendobrak cara-cara lama demi mendekatkan literasi ke jantung generasi muda. Bukan lagi sekadar tempat meminjam buku, perpustakaan kini bertransformasi menjadi ruang kreatif yang hidup, lengkap dengan fasilitas bioskop mini, pojok bunda literasi, hingga pojok baca digital.
.
Langkah berani ini dikemas dalam sebuah program inovatif bertajuk Tour Library Funtastic, yang diresmikan langsung oleh Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn) Ngatiyana, pada Selasa (23/5/2026). Hadirnya bioskop mini ini menjadi tonggak sejarah baru sebagai yang pertama di lingkungan Perpustakaan Kota Cimahi, sebuah oase edukasi visual yang segar bagi para pengunjung.

Merawat Ingatan Sejarah Lewat Layar Perak
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengungkapkan bahwa bioskop mini ini dirancang khusus untuk memikat hati para pelajar. Melalui media audio-visual, anak-anak sekolah akan diajak menyelami lorong waktu, mengenal lebih dekat sejarah dan kekayaan budaya lokal kota mereka sendiri.
.
“Hari ini Pemerintah Kota Cimahi melaunching salah satunya adalah bioskop mini yang mana ini akan digunakan untuk menonton bagi anak-anak sekolah yang rencananya nanti kita akan buatkan jadwal sambil menonton sejarah yaitu budaya di Kota Cimahi. Alhamdulillah bioskop mini ini kita buat berkat kerja sama Dinas Arsip Daerah dengan komunitas-komunitas termasuk instansi vertikal yang membantu,” ujar Ngatiyana dengan nada optimis.
.
Inovasi ini nyatanya bukan bualan di atas kertas. Ngatiyana mengonfirmasi bahwa wajah baru perpustakaan ini mulai membuahkan hasil manis. Angka minat baca di Kota Cimahi bergerak naik, membuktikan bahwa ketika fasilitas bertransformasi, antusiasme masyarakat pun ikut terpompa.
.
“Selain itu kita juga melaunching pojok bunda literasi, pojok baca digital. Alhamdulillah perpustakaan kita hidup kembali, ke depan harus berkembang lagi. Untuk minat baca di Kota Cimahi meningkat ya,” tambahnya sumringah.
.
Menjembatani Literasi di Era Digital
Senada dengan Wali Kota, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Cimahi, Dyah Ajuni Lukitosari, menegaskan bahwa perubahan ini adalah jawaban atas tuntutan zaman. Perpustakaan harus mampu berbicara dengan bahasa yang dipahami generasi hari ini: interaktif, ramah, dan visual.
.
“Hari ini kita meluncurkan pelayanan baru di perpustakaan, jadi ada dua layanan yaitu pojok bunda literasi di mana ini bisa digunakan untuk kegiatan pojok untuk literasi. Yang kedua adalah peluncuran bioskop mini,” jelas Dyah.
.
Bagi Dyah, bioskop mini adalah sebuah jembatan humanis. Bagi mereka yang mungkin kerap merasa lelah melihat jajaran teks di kertas, ruang visual ini hadir menawarkan alternatif pengetahun tanpa mengurangi bobot edukasinya.
.
“Lewat bioskop ini akan ada edukasi dan kita juga akan menyampaikan sosialisasi yang berkaitan dengan kegiatan literasi,” tuturnya.
.
Di dalam keheningan ruang bioskop yang nyaman, pengunjung nantinya tidak hanya disuguhi dinamika perkembangan Kota Cimahi atau kisah para tokoh inspiratif, tetapi juga wawasan dunia yang luas. Sementara bagi mereka yang karib dengan gawai, pojok baca digital siap memanjakan jemari untuk menjelajahi ribuan literatur elektronik.
.
Catatan Redaksi: Menolak Menyerah pada Zaman
Di tengah gempuran candu media sosial dan hiburan digital yang kerap melenakan, apa yang dilakukan Pemkot Cimahi adalah sebuah gerakan melawan arus yang menginspirasi. Mereka tidak memusuhi teknologi, melainkan merangkulnya sebagai alat kelengkapan membaca.
.
Perpustakaan Kota Cimahi hari ini mengirimkan pesan kuat kepada kita semua: bahwa belajar tidak selamanya harus menjemukan. Melalui ruang-ruang kreasi baru ini, literasi kembali pulang ke khitahnya—sebagai pembebas pikiran dan penyala api imajinasi generasi masa depan. (Ifal).
